Sudah berapa kali kita pernah menghadapi psikotes baik untuk mencari pekerjaan maupun di lingkungan pendidikan dan kemudian tidak mendapatkan posisi yang kita incar? Apakah pernah kita mengevaluasi mengapa tidak lolos? Padahal mungkin saja nilai akhir kita termasuk di atas rata-rata bahkan mendapatkan predikat tertentu. Atau kita termasuk individu yang aktif dan memiliki kemampuan berbahasa asing maupun kemampuan komunikasi lainnya yang lebih dibandingkan dengan pihak lain.

Harap diingat, psikotes bukanlah mengenai masalah gagal atau jelek atau salah. Hal ini berkenaan dengan kompetensi pribadi yang dimiliki oleh individu (yang tentu saja berbeda antara satu individu dengan individu yang lain) saat dipertemukan dengan syarat yang diberikan oleh pihak penyelenggara. Tentu saja yang berada di bawah standar yang ditentukan (yang akan berbeda antar penyelenggara) akan sudah otomatis tidak terangkum dalam peserta yang lolos. Namun, bagaimana dengan mereka yang memang secara umum di atas rata-rata dalam kehidupan kesehariannya ternyata tidak lolos juga?

Kemungkinan yang terjadi selain karena tidak fit baik secara fisik maupun psikis saat menjalani psikotes (hal yang sebaiknya tidak terjadi dengan adanya persiapan optimal) adalah karena individu yang bersangkutan memiliki kapasitas atau kompetensi terlalu tinggi yang nantinya akan menghambat pengembangan diri yang bersangkutan serta membuat kinerjanya juga tidak akan optimal. Bisakah demikian? Tentu saja, misalnya saja dalam posisi sebagai staf administrasi tidak diperlukan seseorang yang memiliki potensi kepemimpinan yang baik, kemampuan komunikasi verbal yang atraktif, potensi akademik yang tinggi selama individu tersebut memahami ranah kerja dan memiliki potensi di bidang administratif. Apabila individu yang melebihi standar syarat tersebut diterima tentu saja akan tidak bertahan lama karena akan terjadi kebosanan, pengembangan pribadinya menjadi terhambat sehingga mengganggu kualitas kerja.

Oleh  karena itu sebaiknya saat mendaftar ke suatu instansi, sebaiknya menyesuaikan kelebihan dan kelemahan diri serta minat yang dimiliki sesuai dengan posisi yang akan dilamar. Apabila tidak lolos, evaluasi kembali apakah hal ini mungkin terjadi. Untuk mengetahui kelebihan, kekurangan atau minat pribadi salah satunya bisa melalui rangkaian tes psikologis di area terdekat dengan konsultasi pada psikolog yang memang ahli di bidangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here