Pasti pernahkan mengalami panggilan psikotes atau wawancara? Adakah dari kalian yang datang beberapa jam sebelumnya atau malah diminta menunggu alias jadwalnya mundur karena satu dan lain hal? Pernah mengamati antrian yang sering ada di sekitar kita? Berapa banyak orang yang menghabiskan waktu menunggunya hanya dengan melamun? Sebagai pribadi yang berkualitas, masi gunakan waktu secara efektif, misalnya membawa bacaan yang kita sukai atau berhubungan dengan perusahaan yang akan kita masuki, apabila memiliki smartphone atau ada jaringan wifi yang bisa dimanfaatkan bisa digunakan untuk browsing informasi yang membangun, carilah kegiatan positif yang membuat kalian tidak terasa bosan menunggu asalkan tidak membuat lelah secara fisik.

Nah ada beberapa hal dapat kalian lakukan di rentang waktu “menunggu” tersebut. Mayoritas kegiatan menunggu diisi dengan berkutat dengan smartphone atau gadget masing-masing. Boleh sih, tidak ada yang melarang, tetapi coba sekilas alihkan mata dan amatan kalian ke keadaan sekeliling kalian ke keseluruhan tempat atau ruang dimana kalian diminta menunggu tersebut.

Coba amati,biasanya ada flyer/brosur-brosur mengenai perusahaan atau di dinding ditempelkan dan standing banner yang berisikan baik itu mengenai company profile,aturan-aturan atau nilai-nilai yang dianut perusahaan, slogan, foto-foto acara. Sambil menunggu kalian bisa sambil membaca hal-hal tersebut yang bisa dijadikan acuan singkat siapa tahu pada saat wawancara mendapat pertanyaan mengenai apa yang kalian ketahui mengenai perusahaan yang kalian incar ini.

Hal lain yang dapat kalian lakukan adalah mengamati rutinitas karyawan-karyawan yang mungkin bersliweran di dekat tempat kalian menunggu. Atau apabila tidak mendapatkan tempat yang bisa melihat situasi kerjanya mungkin tentang bagaimana kesan awal mengenai karyawan tersebut. Mengapa? Karena setidaknya kita bisa membayangkan bagaimana bila menjadi salah satu dari keryawan tersebut, apakah kita akan termotivasi positf, apakah akan betah di lingkungan seperti itu, dan pertanyaan-pertanyaan sederhana lain yang akan menimbulkan semangat positif. Apabila ternyata justru menimbulkan kesan negatif, ini akan dapat menjadi penilaian pribadi kita setelah melewati wawancara dan mendapatkan pemahaman lebih lanjut mengenai perusahaan yang akan kita masuki ini. Jadi, boleh dong tidak hanya kita yang dinilai, tapi kita bisa juga menilai perusahaan atau organisasi tersebut sebagai bahan pertimbangan pribadi kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here