Mengapa diperlukan kedua hal ini sebagai hal dasar untuk mengawali persiapan menjalankan psikotes? Hal dasar yang bahkan menjadi keseharian manusia, tetapi seringkali terlewatkan oleh calon peserta tes. Biasanya terjadi dikarenakan kecemasan dan sikap yang terburu-buru agar tidak terlambat mengejar waktu. Padahal dua hal sederhana ini adalah merupakan penopang awal yang diperlukan selama psikotes akan berlangsung.

1. Berdoa
Berdoa diperlukan agar kita mendapatkan energi dan keyakinan yang menentramkan, bahwa kita mampu dan terlindungi selama pelaksanaan berlangsung. Munculnya kedamaian tersebut pastinya akan mendorong diri kita untuk lebih percaya diri terhadap pilihan perusahaan yang sedang memanggil kita untuk mengikuti proses awal bergabung sesuai dengan posisi yang kita pilih/inginkan.

2. Sarapan
Aspek batin tentu saja perlu diseimbangkan dengan aspek lahir bukan? Maka dari itu jangan lupa sarapan atau minimal tidak membiarkan perut kosong sebelum psikotes berlangsung. Tidak perlu dengan menu yang terlalu banyak, melainkan dengan jumlah yang cukup sesuai kebiasaan masing-masing asalkan energi telah terisi. Atau mendekati jadwal tes berlangsung karena malah akan menimbulkan rasa ngantuk kekenyangan yang tentunya akan mengganggu konsentrasi.

Kebanyakan calon peserta akan menghindari sarapan atau makan dengan alasan gugup, takut sakit perut, atau alasan fisik lainnya. Namun, hal ini akan sangat diperlukan karena kita perlu berjaga-jaga apakah psikotes yang kita ikuti ini akan berlangsung dalam waktu yang cenderung panjang (sekitar 5-7 jam) karena tidak semua tes berlangsung singkat sebentar (sekitaran 2 jam). Lebih baik lagi apabila kita sudah mengetahui jadwal yang berlangsung sehingga bisa mengukur kapasitas ‘jam lapar’. Fisik yang tidak fit dikarenakan lapar malah akan menyebabkan tidak bisa optimal dalam berkonsentrasi, apalagi kalau ternyata tidak disediakan makanan ringan ataupun makan siang oleh penyelenggara tes.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here