Hai sahabat SL, kali ini kami berhasil mewawancarai ibu Nanny, seorang wanita yang memiliki bisnis impian yang dimulai dari hobi memasak dan didukung kenekatan bersama suaminya untuk mencapai mimpi tersebut. Ibu Nanny bersama suami merintis usaha di bidang kuliner berupa burger yang mereka namai Real Burger. Real Burger adalah merek produk makanan jenis burger yang mulai berdiri di Yogyakarta sejak 2 Agustus 2010 dan telah terdaftar di HKI sebagai Trade Mark (™) pada 24 Januari 2011 dengan nomor agenda J002011002654. Nah, bagi para sahabat SL yang berjiwa enterpreneur, ibu Nanny ingin berbagi beberapa cerita dan tips yang bisa kita cermati untuk bekal bersaing di dunia usaha mandiri ini. Silahkan disimak 🙂

 Hai ibu Nanny, boleh cerita singkat bagaimana awal lahirnya Real Burger?

Sejak kuliah saya bercita-cita ingin berwirausaha di bidang kuliner. Nah, kebetulan ketemu Andrea Rahardjo yang pada akhirnya jadi suami saya…hehehe…yang juga ingin berwirausaha, tapi tidak tahu mau usaha apa. Kami saling sharing mengenai hal tersebut, lalu kami sepakat untuk bersama-sama memulai usaha kuliner. Kenapa Burger??? Itu ide Andre, katanya burger itu makanan simpel tapi prestisius.

Bulan April 2010, kami mulai membuat rencana bisnis tersebut. Mulai dari cari tau resep, uji coba, merancang outlet dan booth, cari-cari suplier bahan baku, estimasi modal, dan lain-lain. Mulai Mei – Juni hampir tiap malam kami keliling cari lokasi untuk usaha tersebut, daaaaaan tidak ada yang cocok, sampai akhirnya kami ditawari lokasi usaha di dalam rumah sakit Panti Rapih. Awalnya kami ragu kalau harus buka outlet burger di dalam rumah sakit, tapi kami akhirnya sepakat untuk coba ambil lokasi tersebut.

Persiapan total kami lakukan di bulan Juli, mulai dari pesan interior, rekrut pegawai, belanja peralatan dan perlengkapan outlet, dll. Tanggal 2 Agustus 2010 grand opening cabang pertama di Rumah Sakit Panti Rapih lantai 3 Poli Umum, dengan prospek penjualan yang baik diluar dugaan awal kami. Saat ini cabang Real Burger ada 3, yang berlokas di Yogyakartai: 1) RS Panti Rapih lantai 3 Poli Umum, 2) Jl. Affandi (Gejayan), Kompleks Colombo No.39, 3) Cafetaria Kampus UKDW. Total pegawai 14 orang pegawai, 12 bagian servis outlet dan 2 bagian produksi.

 Apa perbedaan Real Burger dibanding produk sejenis yang bisa membuat bertahan di persaingan pasar yang sama?

Pada umumnya burger identik dengan makanan siap saji yang minim gizi, berlatar belakang inilah Real Burger ingin menyajikan menu burger yang lebih sehat dengan cita rasatinggi.Ada 19 varian menu burger yang unik, enak, dan sehat. Favorit para pelanggan kami adalah Real Special Burger, Rich Cheese Burger, dan Teriyaki Beef Burger. Selain itu, bagi pengunjung yang tidak makan daging alias vegetarian, kami juga punya menu andalan Tempe Burger, Tahu Burger, dan Mushroom Burger. Meski mengusung tema burger, namun tetap ada banyak pilihan menu lainnya. Seperti Beef Brown Sandwich, Egg Chezy Sandwich, Hot Frankfurter, Spagethy Bolognaise, Garlic Bread, Sweet Corn dan Frenchfries.Burger kami menggunakan bumbu dapur alami dan home made, tanpa tambahan MSG maupun bahan yang berbahaya seperti pengawet dan pewarna makanan. Patty yang disajikan merupakan produksi dapur Real Burger sendiri dengan resep rahasia ala Real Burger.

 Bagaimana cara mengatasi halangan atau kesulitan utama saat pertama kali ingin mewujudkan Real Burger ini?

Ada beberapa hal utama yang menjadi hambatan untuk bahan pemikiran kami dalam memulai bisnis ini, yaitu:

  1. Membuat produk makanan dengan rasa dan tekstur yang konsisten awalnya tidak mudah. Seperti yang biasa orang katakan, “beda tangan, beda rasa”. Daripada menghasilkan produk yang tidak konsisten, akhirnya saya membuat catatan resep dengan takaran yang tetap.
  2. Harga bahan pokok seperti daging dan sayuran segar serta gas yang cenderung relatif naik terus, sehingga HPP ikut menjadi fluktuatif. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka saya menentukan harga jual yang relatif “aman”.
  3. Produk makanan tanpa pengawet hanya bertahan dalam waktu tertentu yang relatif singkat. Apabila ada sisa yang tidak laku terjual, maka resikonya adalah dibuang alias rugi. Cara mengatasinya adalah dengan perkiraan estimasi stok yang akan dijual disesuaikan dengan banyaknya yang akan diproduksi, dan penyimpanan patty dalam freezer sehingga dapat bertahan lebih lama.

 Apakah target terbesar Real Burger dalam waktu dekat ini?

Target punya cabang di Jogja minimal 5 outlet, setelah itu target ekspansi ke luar kota seperti Solo, Magelang, Cirebon. Sudah ada beberapa orang yang berminat untuk waralaba Real Burger, tapi saat ini kami belum siap. Kami masih perlu banyak belajar dalam hal manajemen, maka kami ingin fokus dulu untuk cabang di Jogja sampai settle. Setelah itu, mudah-mudahanan segera, baru kita siap waralabakan.

 Kegagalan apa yang paling berkesan selama menjalankan Real Burger?

Saat kami membuka cabang Real Burger di dalam Mall. Harapannya supaya lebih banyak orang tahu Real Burger, karena kami pikir kalau mall itu kan pasti rame. Ternyataaaa….kami salah perhitungan! Pada saat memasuki bulan keempat, kami me-review traffic pengunjung mall, hasil penjualan dan biaya operasional. Dan kami memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak dengan pihak manajemen mall.

Itu jadi pengalaman berharga dan ‘mahal’ bagi kami. Pelajaran yang kami petik dari pengalaman tersebut adalah:

  1. Sebaiknya tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
  2. Harus lebih perhitungan dan siap antisipasi.
  3. Kalo tidak dicoba, kita tidak akan tau akan gagal atau sukses. Dan akhirnya kami tau saat itu kami gagal. Oke, coba yang lain, yang sekiranya lebih baik.

 Tips buat para sahabat SL yang ingin memulai enterpreneur yang berawal dari hobi?

Harus berani untuk memulai dan siapkan hati serta mental dengan siap gagal dan siap sukses. Kalau berani menjadi sukses, kenapa harus takut gagal?

 Motto/inspirasi yang membuat bertahan apabila sedang mengalami kejenuhan atau lelah dalam bekerja?

Lebih baik lelah karena bekerja dan berusaha, daripada lelah menunggu hasil tanpa usaha.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here