Soulantern

Pernah dengar istilah ‘mulutmu harimaumu’?

Dalam situasi psikotes bisa jadi yang menjadi ‘harimau’ kita tidak hanya mengenai perkataan yang kita lontarkan melainkan juga perilaku kita selama psikotes berlangsung.

Hargailah setiap orang yang kalian temui dalam situasi psikotes termasuk tester atau orang-orang di sekitar sahabat SL. Hal ini dikarenakan ada kemungkinan bahwa orang-orang tersebutlah nantinya yang akan menjadi pewawancara (interviewer) sahabat SL apabila lolos ke tahapan wawancara.

Mengapa bisa demikian?

Karena terkadang mereka yang menjadi tester adalah mereka juga yang dikirim untuk menjadi pewawancara, hal ini terutama terjadi apabila perusahaan mengirimkan divisi SDM mereka untuk mengadakan psikotes di luar kota.

Ada beberapa kasus peserta psikotes mengeluarkan perkataan dan bersikap yang kurang empatik sehingga mau tidak mau hal tersebut akan menjadi catatan penting terutama saat yang bersangkutan lolos ke tahapan wawancara.

Seorang wawancara dituntut bersikap profesional memang, tetapi, sikap kita terhadap hal kecil sangatlah mencerminkan siapa diri kita pada saat menghadapi hal besar.

Ada beberapa orang yang cenderung meremehkan para pemberi tes dengan menganggap mereka hanya petugas administratif, jadi hargailah orang lain apapun posisinya, maka kita pun akan mendapat penghargaan yang sama.

Hal ini juga berlaku pada saat kita menunggu di ruang tunggu atau sedang berada di lift atau di manapun yang masih ada di sekitar area wawancara/psikotes.

Tidak selalu akan seperti ini memang, tetapi tidak ada salahnya kan menjaga perkataan atau sikap, siapa tahu pula sahabat SL malah akan memperluas jejaring karena perilaku yang empatik.

Selamat menjaga perilaku dan perkataan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here