Sambungan – Bagian 1

……….

Setelah semua persiapan selesai, Puri menghadapi pertempuran. Selama proses bertempur, jenderal Hipotalamus terus berkoordinasi dengan raja Korteks. Kalau raja menilai bahwa pertempuran sudah dimenangkan oleh para pasukan, maka raja akan mematikan alarm tanda bahaya. Alarm ini juga akan dimatikan kalau raja melihat bahwa apa yang tadinya dianggap bahaya ternyata bukan sesuatu yang membahayakan bagi Puri.

Namun sebaliknya, kalau raja melihat bahwa bahaya masih terus menerus menyerang, maka mekanisme akan berlanjut ke episode berikutnya, yaitu Pertempuran di Puri.

“Jenderal Hipotalamus, pertempuran harus terus dilanjutkan! Siapkan pasukan dan energi cadangan! Jangan sampai pasukan kita kehabisan energi!” perintah raja Korteks ketika melihat bahaya masih mengancam.

Episode kedua ini ditandai dengan meningkatnya energi tambahan yang dipersiapkan bagi tubuh untuk melakukan tindakan respon. Pada episode ini dapur Sistem Hormon akan meningkatkan produktifitasnya. Memasak berbagai macam hormon dan mineral untuk memberikan tambahan energi bagi tubuh.Ini artinya, semua warga dan pasukan Puri terus menerus ada dalam kondisi bertempur. Hormon kortisol akan membuat semua pasukan kebal terhadap rasa sakit. Semua memusatkan perhatian untuk menghadapi serangan dari luar.

Jika dalam episode ini ancaman dapat diatasi dengan baik, maka raja Korteks akan mengeluarkan perintah untuk berhenti bertempur.

“jenderal Hipotalamus, ancaman sudah lewat. Kita memenangkan pertempuran! Tenangkan seluruh sistem di Puri!”, demikian perintah raja sambil mematikan semua alarm di Puri. Dengan perintah seperti ini, jenderal Hipotalamus akan segera membunyikan terompet Saraf Parasimpatik untuk mengambil alih kendali. Terompet ini adalah pasangan dari terompet Saraf Simpatik. Keduanya bertugas pada area yang sama, namun dengan perintah yang berkebalikan. Ketika terompet Saraf Parasimpatik dibunyikan, maka semua dapur dan para pasukan yang tadi siaga berubah untuk kembali dalam keadaan yang lebih tenang. Sistem pernapasan dan pencernaan akan kembali normal. Penabuh genderang di jantung akan memainkan tempo yang lebih santai. Para kurcaci pun akan mengambil posisi istirahat, seolah-olah mendapat tiket liburan ke Bali. Semua rileks … (bersambung …).

3 COMMENTS

  1. […] Sementara itu, ditengah keributan terompet Saraf Simpatis, jenderal Hipotalamus memerintahkan dapur kelenjar Pituitary untuk segera meningkatkan fungsi metabolisme, yaitu menghasilkan hormon ACTH (adrenocorticothropic). Hormon ini selanjutnya yang memberi perintah bagian adrenal cortex untuk menghasilkan hormon kortisol. Ini adalah semacam ramuan pembius yang bertugas untuk menghilangkan rasa sakit dalam waktu singkat serta menghalangi masuknya zat asing ke dalam tubuh. Ibarat ramuan ampuh dukun Panoramix, kortisol ini semacam zat yang bisa membuat Asterix tidak merasakan sakit walaupun ditimpuk menhir raksasa (bersambung …). […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here