(Sambungan Bagian -1)

Setelah menanamkan rasa percaya pada diri sendiri, hal kedua yang harus diperhatikan adalah:

Menjadi diri sendiri

Ingat tujuan wawancara adalah untuk saling mengenal, maka sangat disarankan untuk menjadi diri sendiri. Dengan demikian perusahaan dapat sungguh mengenal pribadi sahabat SL apakah sesuai dengan posisi serta budaya kerja yang perusahaan tersebut. Contoh perusahaan yang memiliki budaya kekeluargaan yang tinggi dalam bekerja, akan mempertimbangkan calon karyawan yang memiliki sikap individualis dalam bekerja. Mengapa? Karena akan menjadi sulit bagi karyawan untuk proses adaptasi dengan lingkungan kerjanya. Hal ini selanjutnya akan berdampak pada kinerja calon karyawan itu sendiri.

Sebaliknya bagi calon karyawan seringkali untuk mendapat suatu pekerjaan berusaha untuk menjadi orang lain agar dapat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Calon karyawan tidak berpikir panjang bagaimana apabila proses kerja yang akan dihadapinya ternyata tidak sesuai dengan pribadi serta gaya kerjanya. Hal ini membuat karyawan ketika mendapatkan hambatan menjadi lebih mudah untuk menyalahkan lingkungannya. Saat ia tidak dapat berdamai dengan dirinya dan beradaptasi dengan kerja lingkungannya, maka ia akan cepat mengambil keputusan untuk berhenti dan mencari pekerjaan yang baru.

Jika kedua hal diatas sudah dimiliki, maka akan lebih mudah dalam bersikap dan berkomunikasi dengan luwes saat wawancara. Ingat keluwesan dan bersikap dan berkomunikasi bukan berarti membuat proses wawancara menjadi informal dan tidak sopan ya. Namun lebih ditekankan pada komunikasi yang interaktif dengan tetap menjaga kesopanan. Kemampuan berkomunikasi setiap individu berbeda. Akan tetapi kemampuan ini dapat dipelajari dan diasah.

Berkomunikasi dalam suatu wawancara kerja, dapat kita anggap sebagai bertukar informasi. Dengan demikian proses tersebut akan berlangsung komunikatif dan informatif. Kita dapat memberikan informasi kepada perusahaan mengenai latar belakang diri kita, pengalaman kita serta harapan-harapan kita. Begitu halnya kita juga dapat mengetahui situasi perusahaan yang kita lamar serta ruang lingkup pekerjaan yang akan kita tuju. Dengan demikian tidak hanya perusahaan yang dapat mempertimbangkan kita sebagai karyawannya, tetapi kita sebagai calon karyawan juga dapat mempertimbangkan apakah pekerjaan dan perusahaan tersebut sesuai dengan harapan kita dalam bekerja.

1 COMMENT

  1. […] Sebaliknya jika kita terlalu percaya diri maka perilaku yang akan kita tampilkan cenderung berlebihan. Seperti ketika seseorang yang fasih bahasa Inggris menggunakan bahasa Inggris dalam menjawab pertanyaan, padahal pekerjaannya tidak membutuhkan bahasa Inggris karena posisinya sebagai administrasi penggajian di sebuah perusahaan lokal. Maka diharapkan jika kita memiliki kelebihan, kita dapat menginformasikannya jika memang dibutuhkan (bersambung…) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here