Psikologi Tips : Pengenalan Diri Melalui Bertanya

Seseorang akan dapat bertahan dalam berbagai situasi dan mengerjakan tugas ataupun tanggung jawabnya saat dirinya menyadari kelebihan, kelemahan, minat dan potensi yang ada dalam dirinya. Salah satu cara untuk  memperkuat pengetahuan dan pemahaman mengenai diri adalah dengan bertanya pada orang lain mengenai dirinya. Tidak perlu ragu atau merasa ‘diserang’ saat orang lain memberikan penilaiannya terhadap diri kita.

Berdasarkan Johari’s Window bertanya adalah merupakan cara untuk memperluas area ‘aku tahu-orang lain tahu’ dengan mempersempit area ‘aku tidak tahu-orang lain tahu’. Ya, dengan bertanya kita yang mulanya tidak tahu mengenai salah satu sisi dari diri sendiri menjadi tahu karena informasi dari orang lain. Misalnya seperti ini, seseorang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki bakat berdiplomasi sebelum orang lain memberitahunya dan kemudian semakin diperkuat karena tidak hanya satu orang saja yang menyatakan hal tersebut melainkan beberapa orang di lingkungannya. Selama ini ia hanya menganggap bahwa dirinya cerewet dan suka berbicara, ternyata orang lain melihat itu sebagai diplomasi yang bermakna karena tanggapan dan komentar yang diberikannya tidak asal bicara serta berdasarkan informasi akurat.

Bertanya pun ada caranya agar tidak malah menyesatkan. Bertanyalah pada orang-orang yang memang dirasa mengenal diri kita dan mengetahui cara kerja/tindakan kita terutama dalam situasi terdesak. Bila bertanya pada 10 orang dan kemudian 7 dari mereka menyatakan beberapa hal yang serupa, maka baik positif maupun negatif, ambilah hal tersebut. Apabila positif gunakan sebagai tambahan amunisi kepercayaan diri, apabila negatif ambilah sebagai pembelajaran untuk menuju arah yang lebih baik lagi. Ingat, informasi dari pihak lain digunakan untuk meningkatkan kualitas diri menuju arah yang lebih baik, bukan untuk meruntuk dan mengasihani diri.

Bertanyalah dengan pertanyaan yang terbuka dan memungkinkan pihak lain memberikan penjelasan secara luas. Misalnya : “bagaimana pendapatmu tentang saya?”, “menurutmu saya orang yang seperti apa”, “saya memiliki kelebihan seperti apa?”, “menurutmu kelemahan yang harus saya perbaiki apa ya?”. Sedangkan yang sebaiknya dihindari misalnya “apakah saya pemarah?”, “saya orang yang pandai berkomunikasi kan?”, “mereka bilang saya egois, padahal saya baik kan?” atau pernyataan yang sudah disimpulkan terlebih dahulu dan menutup orang memberikan pendapat pribadinya. Terbuka terhadap penilaian orang lain yang objektif membuat diri kita semakin kaya, tidak perlu gengsi dan menutup diri karena takut dinilai.

4 COMMENTS

  1. Halo Mba Berliana.
    Sedikit out of topic, bagaimana pendapat anda tentang pengenalan diri dengan cara analisa sidik jari?
    Terima kasih

    • Hai Aggung,terimakasih untuk pertanyaannya. Tes sidik jari memang saat ini mjd salah satu jenis alat tes tapi secara khusus untuk validitas dan realibilitasnya saya kurang menguasai…Namun secara umum saat membaca hasil tes sidik jari sebaiknya sambil dikonsultasikan ke seorang psikolog.
      Hal ini dikarenakan sepemahaman saya dari tes ini tidak bisa didapatkan gambaran keunikan individu. Sebaiknya tetap diiringi dengan alat tes lain untuk mendapatkan dinamikanya.
      Alat tes psikologi bertujuan untuk mengenal keadaan psikologis seseorang. Jadi jangan sampai hanya berpatokan pada satu jenis alat tes. Biasanya tes sidik jari disebutkan sebagai alat yang mengungkap bakat seseorang. Memang baik kalau kita bs mengenal bakat sejak dini. Tapi kita juga perlu ingat bahwa selain bakat, untuk optimalnya kemampuan seseorang juga didukung dengan adanya minat (yang dapat dibantu dengan alat tes lainnya dan juga dipengaruhi oleh lingkungan dimana seseorang berada). Demikian pendapat dari saya. Nanti akan ada artikel mengenai mengapa perlu pendampingan seorang psikolog dalam ‘membaca’ dinamika hasil tes psikologis…nantikan ya.

      bisa baca artikel kami yang lain yang sudah ada Aku Ini Siapa (Bagian 2)

      Salam Cerdas.

  2. selamat pagi mbak/mas.nama saya boy.saya ingin konsultasi.
    Saya sudah 2x mengikuti test untuk mencari kerja.dalam masalah nilai saya standart.tidak bagus dan tidak jelek.aoa yang menjadi patokan nilai kita.kalau kita ingin mencari pekerjaan di bidang profesi.seperti dokter atau pilot.terima kasih.

    • Halo Boy,terimakasih untuk pertanyaannya,tapi sayang ya data yg kamu berikan kurang lengkap,yaitu jurusan,usia,pnah mlamar utk posisi apa dan jenis tes apa yg pernah Boy ikuti untuk mendapat hasil nilai standar seperti yg kamu sebutkan. Namun,saya akan coba jawab untuk pertanyaan kamu mengenai posisi dokter/pilot ya. Secara umum berkenaan dengan tes bakat minat kedua posisi ini menuntut hal yg hampir sama yaitu individu diharapkan memiliki cara berpikir kritis yg mendalam,cara berpikir analisa yg kuat,logis,menyukai ilmu pengetahuan/kuat mempelajari teori,luwes,memiliki jiwa pelayanan dan sosial. Untuk aspek khusus tentu saja diiringi dengan kepribadian tertentu.
      Dengan tuntutan berpikir logis dan analitis yg tinggi tentu saja kedua posisi ini memiliki daya saing tinggi yang kurang memadai bagi individu di taraf sedang2 saja.
      Kalau berkenan,supaya kerahasiaan tetap terjaga,Boy bisa mengirimkan hasil tes yg pernah diikuti ke sl.konseling@gmail.com supaya bisa kita bahas lebih lanjut kelemahan dan kekuatan dirimu disesuaikan dengan posisi yg kamu lamar.
      Jangan lupa,tetap semangat menggali potensi dan kekuatan diri ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here